PCNU Boyolali Bentuk KBIHU NU Boyolali Kecamatan Banyudono, Agung Sanyoto Terpilih Jadi Ketua

BOYOLALI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali resmi membentuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (KBIHU NU) Kecamatan Banyudono. Kegiatan yang dibersamai dengan sosialisasi organisasi tersebut berlokasi di Masjid Al-Ma’ruf, Kuwiran, Banyudono pada Sabtu (06/06/2026). Dalam forum ini, Agung Sanyoto terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua KBIHU NU Boyolali Kecamatan Banyudono.
Acara dihadiri langsung oleh Katib Syuriah Kyai Agus, Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Boyolali Miftachul Huda, Sekretaris PCNU Imron Hartomo, serta Wakil Sekretaris PCNU Andi Sarjono. Turut hadir pula jajaran Syuriah dan Tanfidziah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Banyudono beserta badan otonom (Banom) dan lembaga terkait.
Dalam sambutannya, Katib Syuriah PCNU Boyolali, Kyai Agus, menekankan pentingnya penataan organisasi yang saat ini tengah digalakkan oleh PCNU. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh elemen bergerak selaras dengan aturan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Beliau mengajak MWCNU Banyudono untuk tetap berada dalam satu barisan dan tunduk pada hasil Musyawarah Kerja (Musker).
Senada dengan hal itu, Sekretaris PCNU Boyolali, Imron Hartomo, menegaskan bahwa pembentukan KBIHU NU ini merupakan perintah organisasi yang wajib dilaksanakan. Langkah ini diambil setelah KBIHU NU Arofah, yang selama ini berjalan, dinilai tidak bersedia mengikuti penataan sesuai mandat Musker 1.
“Dalam berorganisasi jangan memakai perasaan, tetapi harus mengikuti aturan dan kebijakan organisasi,” tegas Imron.
Sementara itu, Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Boyolali, Miftachul Huda, memaparkan bahwa KBIHU ke depan wajib bersikap responsif terhadap regulasi terbaru, khususnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025. Mengingat peran sentral KBIHU dalam membimbing calon jemaah, KBIHU NU Boyolali berkomitmen hadir dengan semangat keterbukaan, transparansi, akuntabilitas, serta pelayanan yang tulus.
“Kita harus meningkatkan layanan sebaik-baiknya kepada para calon jemaah haji dan umrah, terutama warga NU, sebagaimana sejarah awal pendirian KBIH NU oleh para kyai PCNU Boyolali pada tahun 2002 lalu. Semangat itulah yang harus kita bawa. Ke depan, kita siapkan layanan modern berbasis digital dan metode manasik terkini agar jemaah benar-benar memahami tata cara peribadatan serta teknis lainnya,” pungkas Miftachul Huda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *