MWC NU NOGOSARI-Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, menggelar konferensi ketiga di sekretariat setempat Ahad 31 Mei 2026. Terpilih sebagai Rois Syuriyah Kyai Marjoko, sedangkan ketua tanfidziyah adalah Kyai Sunardi.
Konferensi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB yang diawali dengan dzikir-tahlil. Kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan syubbanul wathan. Kyai Budi Prianto, selaku ketua panitia konferensi menjelaskan bahwa peserta dari 13 ranting se-Kecamatan Nogosari, hanya satu ranting yang tidak hadir.
“Pengurus Ranting NU Sembungan yang tidak hadir. Namun dari 12 delegasi ranting yang hadir. Masing-masing ranting mengutus tiga orang,” jelasnya.
Ketua MWC NU Kecamatan Nogosari Kyai Sunardi, dalam sambutannya mengajak kepada pengurus menjadikan organisasi sebagai tempat jihad fisabilillah. “Harapannya adalah sebagai warga NU bisa memajukan organisai, khususnya di wilayah Nogosari. Bersama-sama berkhidmah meneruskan perjuangan KH Hasyim Asy’ari,” harapnya.

Drs. KH. Muhdi Zamru, M.Ag, dalam sambutannya mewakili PCNU Boyolali menyampaikan penghargaan kepada MWC NU Nogosari yang sudah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. “Ada yang hafidz hafidzah, ada yang menjadi guru, ada yang duduk di jajaran pemerintahan dan lain sebagainya,” paparnya.


Kemudian dijelaskan proses konferensi ini yang pertama adalah pelaporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya. Kedua menyusun program kerja lima tahun ke depan. Ketiga pemilihan pengurus masa khidmat lima tahun ke depan.
“Maka ini dibutuhkan kegigihan dalam berorganisasi. Program yang disusun tidak usah muluk-muluk tapi yang strategis dan aksi. Hasil dari program kerja di konferensi kemudian di rumuskan menjadi program teknis bagi pengurus yang terpilih. Jangan lupa KBIHU NU Boyolali dimasukan dalam program kerja,” harapnya. (*)
