KLEGO-NUBOYOLALI-Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Fatayat ke-76, Fatayat NU Boyolali menggelar berbagai acara dan potong tumpeng nasi kuning di Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Qurok Jalan raya Karanggede-Gemolong Km 07, Dukuh Jeglong, Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, Ahad 03 April 2026.
Hadir pada acara tersebut sahabat kader dan pengurus Fatayat di 22 kecamatan se-Kabupaten Boyolali. Perwakilan suriyah dan tanfidziyah pengurus cabang (PC) NU Boyolali, banom NU yakni GP Ansor, Muslimat, IPNU-IPPNU, dan Pagar Nusa. Sedianya acara tersebut akan dihadiri Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, namun dengan sesuatu hal acara lain, maka diwakilkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Boyolali Bambang Sutanto.
Istimewanya pada peringatan harlah tersebut, selain perlombaan dan pameran UMKM, juga pemeriksaan kesehatan gratis bagi kader sahabat Fatayat. “Kami kerjasama dengan tim kesehatan RSPA Boyolali dan Puskesmas Klego 2. Kerjasama dengan instansi/lembaga lainnya terus kami lakukan untuk menyelaraskan program-program Fatayat,” terang Ketua PC Fatayat NU Boyolali Binti Mahmudah.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Boyolali Bambang Sutanto menyampaikan permohonan maaf karena sedianya ibu wakil bupati ingin hadir secara pribadi, namun karena ada acara lain yang tidak bisa ditinggalkan, maka didispokan kepada dirinya. Meski demikian, tidak mengurangi rasa hormatnya ibu wakil bupati kepada kader Fatayat, disampaikan ucapan selamat atas peringatan Harlah Fatayat ke-76.
“Mengucapkan selamat. Semakin kokoh dalam berkiprah. Fatayat harus dapat menyesuaikan tantangan zaman. Harus memiliki kapasitas, kemandirian dan kepercayaan diri yang tinggi. Utamanya secara terus menerus memberikan kontribusi kepada masyarakat yang positif,” terang Bambang Sutanto, dalam sambutan yang dia bacakan.
Kemudian, pesan berikutnya adalah, Fatayat tidak boleh meninggalkan nilai-nilai ke-Islam-an dan ke-Indonesia-an. Maka, untuk mewujudkannya, kepada Fatayat, teruslah belajar berinovasi dan berkontribusi. “Jadilah perempuan dalam iman, unggul dalam ilmu, mulia dalam akhlak. Tidak hanya untuk keluarga, tapi juga mampu membangun bangsa,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada Fatayat, Bambang melanjutkan, memberikan bantuan hibah sebesar Rp 25 juta. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kerja keras Fatayat yang senantiasa bersinergi dengan program-program pemerintah. “Harapan bupati dan wakil bupati bagi kader Fatayat adalah harlah sebagai momentum meneguhkan komitmen. Jadi penggerak perempuan yang mandiri, religius dan inovatif. Bersama-sama mewujudkan Boyolali maju, berdaya saing,” urainya.
Pada sambutan lain, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Boyolali KH. Ansor Budiyono menyampaikan harapan besar kepada Fatayat ke depan lebih maju dan berkembang. Sekarang dan masa yang akan datang adalah era digital, maka Fatayat harus siap menghadapi dampak sosial media seperti saat ini.
“Berdampak untuk generasi saat ini. Menyiapkan generasi sejak dini. Menduduki posisi-posisi di berbagai sektor di kancah nasional. Ada yang jadi menteri. Kader-kader terbaik NU dan tidak menutup kemungkinan kader Fatayat dari Boyolali bisa mengganti menteri di tingkat nasional. Menularkan virus positif,” harapnya. (*)
