BOYOLALI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-80 yang digelar meriah di Pendopo PCNU Boyolali. Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban,” acara ini menjadi momentum penguatan peran perempuan dalam pembangunan bangsa.
Peringatan harlah tahun ini dihadiri oleh sekitar 500 kader Muslimat dari 22 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh wilayah Boyolali. Kehadiran para ibu-ibu tangguh ini membawa semangat kemandirian melalui berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari senam sehat, lomba kreasi, hingga bazar UMKM binaan Muslimat.
Fokus pada Pendidikan dan Benteng NKRI

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Tanfidzyah PCNU Boyolali, KH M. Huda, S.I.P., M.Si., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi Muslimat selama delapan dekade. Beliau menekankan bahwa peran Muslimat sangat krusial, terutama di sektor pendidikan anak usia dini (PAUD).
“Muslimat memiliki peran vital dalam menyongsong Astacita dan Indonesia Emas 2045. Melalui pendidikan dini yang tepat, kita harus mampu melahirkan generasi emas yang berlandaskan paham Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah,” ujar KH M. Huda.
Beliau juga menambahkan bahwa penguatan ideologi sejak dini adalah kunci untuk membentengi keutuhan NKRI dari rongrongan paham-paham radikal.
Kehadiran Jajaran Pengurus PCNU
Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap otonom perempuan NU tersebut, jajaran pengurus PCNU Boyolali turun langsung mendampingi jalannya acara. Adapun pengurus yang hadir bertugas antara lain:
-
KH. Miftakul Huda
-
K. Subkan
-
K. Imron Hartomo
-
Andi Sarjono
Pemberdayaan Ekonomi dan Kreativitas
Tak hanya sekadar seremonial, Harlah ke-80 ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi potensi ekonomi warga Muslimat. Bazar UMKM yang digelar di lokasi acara memamerkan berbagai produk lokal unggulan, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan, sebagai wujud nyata implementasi kemandirian ekonomi organisasi.
Acara ditutup dengan penuh khidmat, membawa harapan besar agar Muslimat NU Boyolali terus berkreasi dan tetap menjadi pilar penyejuk bagi peradaban di masa depan.
