Boyolali, PCNU Boyolali — Hari Santri Nasional 2025 menjadi momentum penting bagi seluruh pesantren di Indonesia untuk meneguhkan kembali jati diri dan peran strategisnya di tengah derasnya arus perubahan dan tantangan global. Dari pesantren-pesantren tradisional hingga modern, satu suara lantang terdengar dari berbagai penjuru negeri:
Pesantren bukan sumber masalah bangsa, melainkan sumber solusi peradaban.
🌿 Pesantren di Tengah Ujian Zaman
Dalam beberapa bulan terakhir, dunia pesantren menghadapi berbagai ujian dan sorotan publik. Mulai dari tragedi runtuhnya bangunan di beberapa pondok hingga isu kekerasan dan pemberitaan negatif yang kadang tidak berimbang. Sayangnya, sebagian media hanya menyoroti sisi kelam, tanpa menampilkan wajah sejati pesantren yang sesungguhnya: lembaga pendidikan yang membentuk akhlak, menanamkan keikhlasan, dan melahirkan pejuang kemanusiaan.
“Kasus yang terjadi hanyalah oknum, bukan wajah asli pesantren. Jangan karena satu noda, kita menutup mata terhadap lautan kebaikan yang telah dihasilkan pesantren bagi negeri ini,” tegas K. Anangsyah Effendi ZME, S.H., M.H., Pengasuh Pondok Pesantren Ummul QUROK sekaligus founder Maskanu Muqriil Qur’an, dalam sambutan peringatan Hari Santri 2025 di Boyolali.
Menurutnya, pesantren adalah benteng moral bangsa. Di tengah guncangan sosial dan krisis karakter, pesantren hadir sebagai penyejuk dan penuntun arah bangsa menuju peradaban yang berkeadaban.
⚔ Melawan Narasi Negatif dengan Karya dan Akhlak
Narasi negatif terhadap pesantren bukanlah hal baru, namun kini berkembang melalui ruang digital yang luas dan cepat.Karena itu, pesantren harus tampil aktif, menegakkan citra positif dengan bukti nyata — melalui karya, prestasi, dan keteladanan.
“Jangan diam ketika pesantren difitnah, jangan ragu ketika pesantren diserang. Jawablah dengan karya, buktikan dengan prestasi, dan tunjukkan dengan akhlak.
Inilah jihad zaman kini: jihad melawan stigma dengan ilmu dan perbuatan mulia,” lanjut Kiai Anangsyah dalam orasinya. Pesantren modern hari ini bukan sekadar lembaga tafaqquh fiddin, melainkan pusat inovasi sosial dan intelektual. Santri bukan lagi “kaum sarung yang tertinggal”, melainkan generasi pembaharu yang siap berperan dalam teknologi, bisnis halal, dakwah digital, dan kepemimpinan global.
💡 Peran Strategis Pesantren Modern
Hari Santri 2025 menjadi titik refleksi bahwa pesantren modern memiliki tiga peran strategis yang tak tergantikan:
1. Benteng Moral dan Kebangsaan.
Pesantren adalah penjaga nilai-nilai kejujuran, keikhlasan, kemandirian, dan semangat nasionalisme.
Santri dididik bukan hanya untuk pintar, tetapi juga berakhlak, berjiwa pemimpin, dan mencintai tanah air.
2. Pusat Inovasi dan Kemandirian.
Pesantren modern kini menjadi motor ekonomi umat.
Dari lahan wakaf dan keterampilan santri, lahir berbagai unit usaha mandiri, pertanian produktif, digital kreatif, hingga usaha mikro berbasis pesantren.
Modernisasi bukan berarti meninggalkan tradisi, melainkan memperkuatnya dengan manajemen dan teknologi yang lebih baik.
3. Katalis Perdamaian dan Toleransi.
Di tengah maraknya ujaran kebencian dan perpecahan sosial, pesantren berdiri sebagai oase kesejukan.
Dari pesantrenlah lahir para dai yang menyejukkan, bukan yang mencaci; yang mempersatukan, bukan memecah belah.
Prinsip rahmatan lil ‘ālamīn dan ukhuwah insaniyyah menjadi napas utama pendidikan santri.
🌺 Santri: Penjaga Nilai, Pembawa Harapan
Santri hari ini adalah pewaris semangat jihad ulama terdahulu — bukan lagi di medan perang fisik, tetapi di medan perjuangan moral, ekonomi, dan teknologi.
Mereka membawa lentera ilmu di tengah kegelapan informasi, membawa kesejukan di tengah kegaduhan media, dan membawa etika di tengah derasnya arus modernisasi.
“Santri harus menjadi penjaga nilai, pembawa harapan, dan penggerak perubahan.
Bangkitlah dengan literasi, bukan dengan emosi.
Berjuanglah dengan data, bukan dengan dusta.
Tunjukkan bahwa pesantren adalah garda terdepan dalam menjaga martabat bangsa,” pesan Kiai Anangsyah.
🤲 Doa dan Harapan untuk Pesantren Indonesia
Peringatan Hari Santri 2025 di Boyolali diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, para kiai, dan seluruh santri di Nusantara.
Suasana haru menyelimuti acara ketika para santri menundukkan kepala, memohon agar Allah SWT selalu melindungi pesantren-pesantren di seluruh penjuru negeri ini dari fitnah, bencana, dan perpecahan.
> “Semoga pesantren tetap menjadi sumber ilmu, sumber adab, dan sumber kekuatan bangsa.
Santri Jaya, Pesantren Berdaya, Indonesia Sejahtera.”
✍ Penulis:
K. Anangsyah Effendi ZME, S.H., M.H.
Pengasuh Pondok Pesantren Ummul QUROK Boyolali
Founder Maskanu Muqriil Qur’an
📅 Boyolali, 22 Oktober 2025
📍 Peringatan Hari Santri Nasional 2025 – Pesantren Modern Tingkat Nasional
Tagar:
#HariSantri2025 #SantriBerdaya #PesantrenBangkit #NUOnline #PCNUBoyolali #SantriUntukIndonesia #PesantrenModern #UmmulQUROK
