


Musuk, 12 November 2025 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Musuk menunjukkan langkah cepat dan tanggap dalam mendukung program digitalisasi data warga Nahdliyin melalui sistem E-NUBO (Electronic Nahdlatul Ulama Boyolali). Program ini menjadi bagian penting dari upaya pendataan sekaligus pembuatan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KARTANU) di wilayah Kabupaten Boyolali.
Melalui surat edaran resmi MWC NU Musuk Nomor: 032/MWCNU-MSK/XI/2025 yang disampaikan kepada seluruh pengurus ranting NU, banom, dan lembaga di bawah naungan MWC NU Musuk, diserukan agar segera melakukan pengisian data warga NU secara kolektif dan terarah. Setiap ranting diminta bergerak cepat dengan membentuk tim pendataan E-NUBO guna memastikan seluruh warga Nahdliyin di tingkat desa dapat terdata dengan baik.
Ketua MWC NU Musuk, Ky. Kheroni, S.Ag., menegaskan bahwa pendataan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata menuju kemandirian organisasi berbasis data digital. “Dengan data yang akurat, NU akan lebih mudah dalam menyusun program dakwah, sosial, dan pendidikan yang sesuai kebutuhan warga,” ujarnya dalam keterangan edaran tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Syuriah MWC NU Musuk, Ky. Mahfudz, memberikan dawuh bahwa pendataan dan kepemilikan KARTANU bukan hanya soal administrasi, melainkan wujud khidmah dan tanda cinta kepada jam’iyyah Nahdlatul Ulama. “Warga NU hendaknya bersatu dalam niat khidmah. KARTANU ini bukan hanya kartu, tapi simbol ikatan batin antara warga dan organisasi yang didirikan para ulama,” dawuh beliau dengan penuh hikmah.
Program E-NUBO juga menjadi bagian dari visi besar PCNU Boyolali untuk mewujudkan database keanggotaan yang transparan, cepat, dan terintegrasi. Sistem ini memungkinkan setiap warga NU memiliki identitas digital resmi yang terhubung langsung dengan basis data keanggotaan nasional NU.
Dalam praktiknya, MWC NU Musuk menerapkan strategi “gerak cepat – gaspol” dengan membentuk posko layanan pengisian data dan pembuatan KARTANU di setiap ranting. Para operator E-NUBO dan tim administrasi disiapkan untuk membantu warga yang kesulitan mengisi data, baik melalui formulir digital maupun manual. Langkah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama di kalangan jamaah masjid, majelis taklim, serta lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif. Berikut beberapa pengurus yang tanggap dan gerak cepat dalam pengisian data:

Selain pendataan individu, MWC NU Musuk juga mendorong sinergi antara banom seperti Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, dan IPPNU agar turut serta membantu sosialisasi pentingnya memiliki KARTANU. Keaktifan semua elemen ini menjadi kunci suksesnya pelaksanaan program di lapangan.
Melalui semangat “Satu Data Warga NU”, MWC NU Musuk berharap seluruh warga Nahdliyin di kecamatan tersebut dapat segera memiliki KARTANU resmi. Upaya ini juga menjadi simbol loyalitas dan komitmen terhadap organisasi, sekaligus penguatan identitas warga NU dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, MWC NU Musuk terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif. “NU besar bukan karena banyaknya pengurus, tapi karena solidnya jamaah yang terdata dan terorganisir,” pesan Ky. Kheroni, S.Ag., menutup keterangannya.
